Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur: Apa yang Terjadi?

Gunung Lewotobi Laki-laki, yang terletak di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah mengalami erupsi signifikan pada hari Jumat, 1 Agustus 2025. Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat setempat dan pihak berwenang, terutama setelah Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengonfirmasi adanya erupsi yang memuntahkan abu vulkanik setinggi 10 kilometer ke udara.

Rincian Erupsi

Menurut laporan resmi dari Badan Geologi, erupsi terjadi pada pukul 20:48 WITA. Tingginya kolom abu yang teramati mencapai ± 10.000 meter di atas puncak gunung. Erupsi ini juga terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 47.3 mm dan durasi 220 detik. Selain itu, lontaran material vulkanik diperkirakan mencapai jarak 3 hingga 4 kilometer dari puncak gunung.

Status dan Radius Aman

Setelah terjadinya erupsi, status Gunung Lewotobi Laki-laki dinaikkan menjadi Level IV (AWAS) oleh Badan Geologi. Ini menunjukkan bahwa gunung tersebut berada dalam kondisi berbahaya, dan mereka merekomendasikan radius aman sekitar 6 hingga 7 kilometer dari puncak gunung. Ini berarti bahwa warga yang tinggal di sekitar gunung diminta untuk segera menjauh dari area tersebut untuk menghindari risiko yang lebih besar.

Dampak Erupsi

Setelah erupsi, Badan Geologi melaporkan bahwa abu vulkanik menyebar tebal ke arah barat dan barat laut. Hal ini menimbulkan potensi risiko bagi penduduk lokal, termasuk kemungkinan hujan abu yang dapat berdampak pada kesehatan dan aktivitas sehari-hari mereka. Selain itu, terdapat juga peringatan tentang potensi terjadinya banjir lahar, yang dapat terjadi akibat hujan yang membawa material vulkanik menuju sungai-sungai di sekitarnya.

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur: Apa yang Terjadi?

Waspada Terhadap Hujan Abu dan Banjir Lahar

Pihak berwenang mengingatkan agar warga sekitar tetap waspada terhadap hujan abu dan potensi banjir lahar. Hujan abu dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan masalah kesehatan lainnya, sementara banjir lahar dapat membawa material berbahaya yang dapat merusak infrastruktur dan mengancam keselamatan jiwa. Oleh karena itu, sangat penting bagi masyarakat untuk mengikuti petunjuk dan rekomendasi dari pihak berwenang serta menjaga komunikasi yang baik dengan keluarga dan tetangga.

Kesimpulan

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki pada 1 Agustus 2025 merupakan peringatan akan kekuatan alam yang tidak dapat diprediksi. Dengan status Level IV (AWAS), penting bagi semua pihak untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi dari Badan Geologi dan otoritas setempat. Masyarakat di sekitar gunung diimbau untuk menjaga jarak dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi akibat erupsi ini. Dalam situasi seperti ini, keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama.

Leave a Comment